Sabtu, 27 Oktober 2018

Sistem Monitoring dan Telekontrol Budidaya Ikan Lele Masamo di Daerah Kabupaten Malang Menggunakan Telegram


RINGKASAN

Sistem Monitoring dan Telekontrol Budidaya Ikan Lele Masamo di Daerah Kabupaten Malang Menggunakan Telegram
Megasari Wulan Sakti / NIM : 1631130078 /
megasariwulans@gmail.com
Saddoni Mei Raharjo / NIM : 1631130121 /
mrsaddoniharjo@gmail.com  
 
Budidaya ikan lele merupakan suatu usaha yang sering kali dijumpai karena konsumen ikan lele yang cukup banyak. Usaha budidaya ikan lele memiliki beberapa parameter penting yaitu tingkat ph, suhu, kekeruhan air dan pemberian makan yang cukup agar menghasilkan bibit yang baik untuk dijual. Saat ini pembudidaya ikan lele melakukan pengecekan ph, suhu, pengurasan kolam ketika air sangat keruh karena akan mempengaruhi nilai  ph dan memberi makan secara manual setiap hari. Suhu optimal kolam ikan lele jenis masamo yaitu 23 – 25C sesuai dengan suhu Kabupaten Malang khususnya Desa Buring, ph optimal yaitu 6,7 – 7,3 dan pemberian makan setiap  2 kali sehari yaitu pagi dan sore sebesar 2 kg untuk ikan berusia kurang dari dua bulan dan 3 kg untuk usia ikan lebih dari 2 bulan. Ditinjau dari pembudidaya yang setiap harinya cukup sibuk karena mempunyai jadwal untuk menjadi pengisi seminar dan sosialisasi tentang budidaya ikan lele dari pagi hingga sore di daerah Malang maupun di luar kota. Hal tersebut, tentunya akan sedikit sulit untuk merawat ikan lele yang berada di rumahnya, sehingga diusulkan untuk membuat Sistem Monitoring dan Telekontrol Budidaya Ikan Lele Masamo di Daerah Kabupaten Malang Menggunakan Telegram.
Sistem ini merupakan sebuah alat untuk memudahkan proses budidaya ikan lele yang meliputi kontrol suhu, ph, kekeruhan, dan pemberian makan otomatis pada rentan waktu tertentu. Alat ini akan melakukan kontrol dan monitoring dengan memanfaatkan aplikasi telegram. Ketika ph dan kekeruhan air tidak sesuai dengan standar ikan lele masamo, maka sensor mengirim perintah ke relay untuk menghidupkan pompa air dc. Ketika suhu air kurang dari batas normal, sensor LM35 akan mengirimkan perintah ke relay untuk menghidupkan heater. Ketika musim panen atau pembibitan, pembudidaya juga dapat menguras maupun menambah volume air dengan memanfaatkan pompa air dan sensor water level sebagai batas maksimum serta minimum air.  Selain itu, pembudidaya juga dapat memberi makan secara otomatis dengan memanfaatkan motor servo untuk membuka tutup pakan dan RTC sebagai timer. Data yang telah dikontrol akan dikirim ke telegram setiap tiga jam sekali sehingga pembudidaya dapat mengetahui keadaan dan mengkontrol kolam ikan lele dari jauh. Aplikasi telegram tidak hanya memberikan sebuah informasi saja, namun juga dapat memberikan perintah sebagai kontrol pada alat yang berada di sekitar kolam jika kontrol otomatis tiba-tiba tidak dapat beroperasi atau pembudidaya ingin memberikan perintah diluar rentan waktu yang telah diatur.
Dalam merancang sistem ini, membutuhkan mikrokontroler, sensor suhu LM35, sensor ph, sensor turbidity untuk kekeruhan air, sensor water level, pompa air untuk menguras maupun mengisi air, motor servo untuk membuka tutup pakan, RTC sebagai timer dan aplikasi telegram. Dengan dibuatnya Sistem Monitoring dan Telekontrol Budidaya Ikan Lele Berbasis Telegram diharapkan dapat membantu pembudidaya merawat ikan lele masamo sehingga menghasilkan ikan yang baik untuk dijual secara jarak jauh.

Kata Kunci : Ikan Lele Masamo, Mikrokontroler, Monitoring, Sensor, Telegram, Telekontrol.
Riwayat Judul : Rekomendasi dari Ibu Putri Elfa Masudia, ST,. M.Cs.