Sabtu, 27 Oktober 2018

Sistem Monitoring dan Telekontrol Budidaya Ikan Lele Masamo di Daerah Kabupaten Malang Menggunakan Telegram


RINGKASAN

Sistem Monitoring dan Telekontrol Budidaya Ikan Lele Masamo di Daerah Kabupaten Malang Menggunakan Telegram
Megasari Wulan Sakti / NIM : 1631130078 /
megasariwulans@gmail.com
Saddoni Mei Raharjo / NIM : 1631130121 /
mrsaddoniharjo@gmail.com  
 
Budidaya ikan lele merupakan suatu usaha yang sering kali dijumpai karena konsumen ikan lele yang cukup banyak. Usaha budidaya ikan lele memiliki beberapa parameter penting yaitu tingkat ph, suhu, kekeruhan air dan pemberian makan yang cukup agar menghasilkan bibit yang baik untuk dijual. Saat ini pembudidaya ikan lele melakukan pengecekan ph, suhu, pengurasan kolam ketika air sangat keruh karena akan mempengaruhi nilai  ph dan memberi makan secara manual setiap hari. Suhu optimal kolam ikan lele jenis masamo yaitu 23 – 25○C sesuai dengan suhu Kabupaten Malang khususnya Desa Buring, ph optimal yaitu 6,7 – 7,3 dan pemberian makan setiap  2 kali sehari yaitu pagi dan sore sebesar 2 kg untuk ikan berusia kurang dari dua bulan dan 3 kg untuk usia ikan lebih dari 2 bulan. Ditinjau dari pembudidaya yang setiap harinya cukup sibuk karena mempunyai jadwal untuk menjadi pengisi seminar dan sosialisasi tentang budidaya ikan lele dari pagi hingga sore di daerah Malang maupun di luar kota. Hal tersebut, tentunya akan sedikit sulit untuk merawat ikan lele yang berada di rumahnya, sehingga diusulkan untuk membuat Sistem Monitoring dan Telekontrol Budidaya Ikan Lele Masamo di Daerah Kabupaten Malang Menggunakan Telegram.
Sistem ini merupakan sebuah alat untuk memudahkan proses budidaya ikan lele yang meliputi kontrol suhu, ph, kekeruhan, dan pemberian makan otomatis pada rentan waktu tertentu. Alat ini akan melakukan kontrol dan monitoring dengan memanfaatkan aplikasi telegram. Ketika ph dan kekeruhan air tidak sesuai dengan standar ikan lele masamo, maka sensor mengirim perintah ke relay untuk menghidupkan pompa air dc. Ketika suhu air kurang dari batas normal, sensor LM35 akan mengirimkan perintah ke relay untuk menghidupkan heater. Ketika musim panen atau pembibitan, pembudidaya juga dapat menguras maupun menambah volume air dengan memanfaatkan pompa air dan sensor water level sebagai batas maksimum serta minimum air.  Selain itu, pembudidaya juga dapat memberi makan secara otomatis dengan memanfaatkan motor servo untuk membuka tutup pakan dan RTC sebagai timer. Data yang telah dikontrol akan dikirim ke telegram setiap tiga jam sekali sehingga pembudidaya dapat mengetahui keadaan dan mengkontrol kolam ikan lele dari jauh. Aplikasi telegram tidak hanya memberikan sebuah informasi saja, namun juga dapat memberikan perintah sebagai kontrol pada alat yang berada di sekitar kolam jika kontrol otomatis tiba-tiba tidak dapat beroperasi atau pembudidaya ingin memberikan perintah diluar rentan waktu yang telah diatur.
Dalam merancang sistem ini, membutuhkan mikrokontroler, sensor suhu LM35, sensor ph, sensor turbidity untuk kekeruhan air, sensor water level, pompa air untuk menguras maupun mengisi air, motor servo untuk membuka tutup pakan, RTC sebagai timer dan aplikasi telegram. Dengan dibuatnya Sistem Monitoring dan Telekontrol Budidaya Ikan Lele Berbasis Telegram diharapkan dapat membantu pembudidaya merawat ikan lele masamo sehingga menghasilkan ikan yang baik untuk dijual secara jarak jauh.

Kata Kunci : Ikan Lele Masamo, Mikrokontroler, Monitoring, Sensor, Telegram, Telekontrol.
Riwayat Judul : Rekomendasi dari Ibu Putri Elfa Masudia, ST,. M.Cs.

Abstrak_D3TT_2019

RINGKASAN
Pengaturan Pengaktifan AC (Air Conditioner) Secara Personal Pada Ruangan
 Darma Gilang Mandala Desta Timur / NIM. 1631130109 / darmagilang2@gmail.com 
Mohammad Wildan Azam Zami / NIM. 1631130095 / wildanzami12@gmail.com

            Kenyamanan saat proses perkuliahan berlangsung sangat penting terutama pada udara. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas udara didalam ruangan, karena sebagian gedung masih minim dengan ventilasi yang dapat menjaga sikulasi udara. Maka diperlukan adanya suatu sistem pendingin yaitu AC (Air Conditioner) yang merupakan sistem  mengatur suhu udara, kelembapan udara, serta mengatur sirkulasi udara. Akan tetapi penggunaan AC yang tidak pada waktunya akan menambah biaya pengeluaran dari biaya listrik, biaya perawatan  dan masa pakai AC akan cepat berkurang. Misal dari data yang kami ambil dari web milik salah satu perusahaan elektronik di Indonesia yaitu Sharp, pada normalnya perawatan refrigerant atau freon 6-9 bulan sekali tetapi apabila AC dinyalakan terus – menerus maka penggunaan freon akan cepat habis hingga  dua kali lebih cepat, Sebagaimana hal ini sering ditemukan terjadi di ruangan gedung Lab. AI.
            Tujuan dari laporan akhir ini adalah meminmalisir pembengkakan biaya listrik dan biaya perawatan dengan cara pengontrolan AC secara otomatis yang terhubung dengan remot AC yang telah terintegrasi dengan microcontoler. 
Hasil dari laporan akhir ini adalah sebuah alat pengotrolan AC secara otomatis. Alat ini menggunkan sistem yang berbasis Microcontoler yang terintegrasi dengan Sensor PIR (Passive Infrared / Pyroelectric / IR motion) yaitu sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya gerakan manusia atau tubuh manusia. Dengan cara pendeteksian menggunakan sinar infra merah, oleh karena itu semua pergerakan manusia akan menghasilkan pancaran sinar inframerah pasif, yang kemudian pancaran sinar inframerah pasif akan terdeteksi oleh sensor ini pada bagian inframerahnya. Ketika Sensor PIR mendeteksi adanya pergerakan manusia yang ada didalam ruangan tersebut selama beberapa menit, maka sensor akan mengirimkan sinyal informasi yang menuju kesistem microcontoler. Kemudian microcontoler akan memproses program yang telah diset. Setelah itu program dari microcontoler akan memerintah alat untuk menekan tombol  power atau tombol on pada remot, yang bertujuan untuk mengaktifkan AC secara otomatis. Dan sebaliknya  apabila manusia meninggalkan ruangan sistem akan menonaktifkan AC. Sedangkan pengontrolan listrik yang masuk di AC di kontrol dengan tang tegangan yang terintregasi dengan microcontoler.

Kata Kunci : Pengontrolan AC, Sensor PIR, microcontoler.

Riwayat Judul : Rekomendasi judul dari Bapak Aad Hariyadi, S.ST.,M.T.

abstrak


RINGKASAN
Pengaturan Pengaktifan AC (Air Conditioner) Secara Personal Pada Ruangan
 Darma Gilang Mandala Desta Timur / NIM. 1631130109 / darmagilang2@gmail.com 
Mohammad Wildan Azam Zami / NIM. 1631130095 / wildanzami12@gmail.com

            Kenyamanan saat proses perkuliahan berlangsung sangat penting terutama pada udara. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas udara didalam ruangan, karena sebagian gedung masih minim dengan ventilasi yang dapat menjaga sikulasi udara. Maka diperlukan adanya suatu sistem pendingin yaitu AC (Air Conditioner) yang merupakan sistem  mengatur suhu udara, kelembapan udara, serta mengatur sirkulasi udara. Akan tetapi penggunaan AC yang tidak pada waktunya akan menambah biaya pengeluaran dari biaya listrik, biaya perawatan  dan masa pakai AC akan cepat berkurang. Misal dari data yang kami ambil dari web milik salah satu perusahaan elektronik di Indonesia yaitu Sharp, pada normalnya perawatan refrigerant atau freon 6-9 bulan sekali tetapi apabila AC dinyalakan terus – menerus maka penggunaan freon akan cepat habis hingga  dua kali lebih cepat, Sebagaimana hal ini sering ditemukan terjadi di ruangan gedung Lab. AI.
            Tujuan dari laporan akhir ini adalah meminmalisir pembengkakan biaya listrik dan biaya perawatan dengan cara pengontrolan AC secara otomatis yang terhubung dengan remot AC yang telah terintegrasi dengan microcontoler. 
Hasil dari laporan akhir ini adalah sebuah alat pengotrolan AC secara otomatis. Alat ini menggunkan sistem yang berbasis Microcontoler yang terintegrasi dengan Sensor PIR (Passive Infrared / Pyroelectric / IR motion) yaitu sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya gerakan manusia atau tubuh manusia. Dengan cara pendeteksian menggunakan sinar infra merah, oleh karena itu semua pergerakan manusia akan menghasilkan pancaran sinar inframerah pasif, yang kemudian pancaran sinar inframerah pasif akan terdeteksi oleh sensor ini pada bagian inframerahnya. Ketika Sensor PIR mendeteksi adanya pergerakan manusia yang ada didalam ruangan tersebut selama beberapa menit, maka sensor akan mengirimkan sinyal informasi yang menuju kesistem microcontoler. Kemudian microcontoler akan memproses program yang telah diset. Setelah itu program dari microcontoler akan memerintah alat untuk menekan tombol  power atau tombol on pada remot, yang bertujuan untuk mengaktifkan AC secara otomatis. Dan sebaliknya  apabila manusia meninggalkan ruangan sistem akan menonaktifkan AC. Sedangkan pengontrolan listrik yang masuk di AC di kontrol dengan tang tegangan yang terintregasi dengan microcontoler.

Kata Kunci : Pengontrolan AC, Sensor PIR, microcontoler.
Riwayat Judul : Rekomendasi judul dari Bapak Aad Hariyadi, S.ST.,M.T.

Abstrak_D3TT_2019


RINGKASAN
PERANCANGAN  APLIKASI  SAMPAH  BERTARIF  PADA TEMPAT  SAMPAH  PINTAR  BERBASIS  ANDROID
Habib Nur Rohman /1631130015/ habibnur972@gmail.com  
Adella Prasmawati/1631130027/adela.prasma@gmail.com

Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi dari tahun ke tahun  dengan data pada  tahun 2016 mencapai 257 juta jiwa dan pada tahun 2017 mencapai 262 juta jiwa (TribunJateng.com),Salah satu dampak peningkatan jumlah penduduk adalah permasalahan sampah. Dalam meningkatkan kesadaran setiap individu pada kebersihan lingkungan dibutuhkan cara yang unik. Sebagai contoh tempat sampah pintar (Smart Trash Bin) yang dapat membuka dan menutup secara otomatis. Pada perkembangannya tempat sampah pintar dapat mengirimkan informasi bahwa tempat sampah telah terisi penuh agar segera ditangani. Namun saat ini biaya pembuangan di setiap rumah dikenakan tarif yang sama dengan jumlah dan berat sampah yang berbeda-beda
Pada perancangan aplikasi sampah bertarif ini menggunakan tempat sampah pintar (Smart Trash Bin) dengan sensor berat dikhususkan untuk sampah non logam dan besi yang dikendalikan oleh NodeMCU sebagai pengolah data sensor berat dan lokasi tempat sampah yang terisi penuh. Informasi berat sampah akan dikalikan dengan tarif, kemudian dikirimkan ke web server untuk diolah dan dikirimkan ke smartphone android petugas kebersihan dan pelanggan. Sehingga semakin berat sampah yang dibuang maka semakin mahal tarif yang akan di bayar oleh pelanggan begitu pula sebaliknya.
Diharapkan dengan sistem sampah bertarif pengguna dapat mengurangi jumlah pembuangan sampah dan mendapatkan informasi tarif yang harus dibayar setiap bulan berdasarkan berat sampah serta memudahkan petugas kebersihan untuk mengetahui lokasi tempat sampah yang telah terisi penuh melalui Smartphone Android. 
Kata Kunci: Smart Trash Bin, Smartphone, Android, NodeMCU, Web Server, Sampah,  Sensor berat
Rekomendasi judul : Rekomendasi judul dari Bapak Moh.Abdullah Anshori,Ir.,MMT dan Ibu Putri Elfa Mas'udia,ST.,MCS



Abstrak Muhandis & Nandya


RINGKASAN
TELECONTROL INTENSITAS CAHAYA DAN PEMBERI PAKAN OTOMATIS PADA KANDANG  BURUNG PUYUH BERBASIS IoT
Muhandis Achsan I./NIM:1631130066/achsanifano@gmail.com
Nandya Kusuma A./NIM:1631130002/nandya_anggraeni@yahoo.com
Usaha yang paling banyak diminati oleh masyarakat pada saat ini adalah peternakan unggas. Hal ini disebabkan karena peternakan unggas bisa dijalankan usaha skala  kecil maupun skala besar. Salah satu peternakan unggas yang saat ini kembali diminati oleh masyarakat adalah peternakan burung puyuh, karena memiliki banyak keunggulan diantaranya kemampuan produksi telur yang cepat dan tinggi. Banyak metode dilakukan untuk meningkatkan produktivitas puyuh salah satunya yaitu pemberian cahaya tambahan dan pemberian pakan secara teratur .
Oleh karena itu, salah satu cara untuk memudahkan peternak burung puyuh adalah dengan mengontrol Intensitas Cahaya dan Pemberi Pakan Otomatis pada kandang yang dapat diakses secara realtime berbasis IoT (Internet Of Things) yang terdiri dari perangkat yaitu mikrokontroller Arduino Uno R3, Light Sensor BH1750 , input pewaktuan dari RTC (Real Time Clock), LED (Light Emitting Diode) sebagai penerangan. Selain itu juga menggunakan input berupa sumber cahaya alami baik matahari ataupun bulan. Untuk pemberi pakan otomatis menggunakan motor servo yang diatur oleh sensor photo diode dengan memanfaatkan cahaya infrared .
Hasil yang diharapkan dari alat ini yaitu dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas telur puyuh dengan cara mengontrol kebutuhan cahaya yaitu cahaya monokromatik berwarna biru sebesar 15-25 lux selama 14 jam per hari dan kebutuhan pakan sesuai dengan kebutuhan puyuh











Kata kunci :Internet Of Things, intensitas cahaya, mikrokontroller,light sensor BH1750 , RTC, LED, pemberi pakan otomatis, motor servo, sensor photo diode.

Jumat, 26 Oktober 2018

Abstrak_D3TT_2019


RINGKASAN
SMART COMPOSTER PENGONTROL SUHU DAN KELEMBAPAN SECARA MOBILE BERBASIS ANDROID
Annas Tunggal / NIM : 1631130070
Helena Dwi Alex Candra / NIM : 1631130073

Sampah merupakan  masalah yang harus mendapatkan perhatian lebih untuk ditangani, khusunya di kota-kota besar seluruh Indonesia. Salah satu penanganan penumpukan sampah adalah mengolahnya menjadi pupuk. Sampah dapat diolah menjadi pupuk dengan proses fermentasi. Hasil dari proses fermentasi sampah organik adalah pupuk organik atau kompos. Pembuatan alat ini difokuskan untuk memonitoring suhu dan kelembapan dalam proses fermentasi pupuk organik pada komposter. Dengan adanya alat ini kita dapat menjaga suhu dan kelembapan pada proses fermentasi sehingga suhu dan kelembapan tetap pada kisaran yang dibutuhkan.
Perancangan alat ini menggunakan Arduino Uno  sebagai pengolah data, sensor suhu dan kelembapan, serta alat pencacah sampah. Hasil dari sensor tersebut kemudian dikirimkan ke web server untuk diolah dan dikirimkan ke smartphone android. Pengujian dilakukan dengan cara meletakan sensor suhu dan kelembapan pada komposter.  Sehingga variabel suhu dan kelembapan dapat terukur. Dengan suhu 300 hingga  600 dan kelembapan 40% hingga 60%.
                Hasil dari pembuatan alat ini adalah sebuah sistem smart composter berbasis android. Fungsi alat ini adalah  mampu memonitoring dan mengirimkan informasi berupa besarnya suhu dan kelembapan pada komposter.


Kata Kunci : Internet of Things, Android, Arduino UNO, Kelembapan Udara, Suhu Udara.
Riwayat Judul : Bu Lis Diana Mustafa, ST., MT

Abstrak_D3TT_2019


RINGKASAN

Desain dan Implementasi CNC (Computer Numerical Control) untuk Mesin Pembuat Pola Batik Berbasis Komunikasi Wireless

Putri Huzaima / NIM: 1631130012 / putrihuzaima@gmail.com
Valdi Yona Ramada / NIM: 1631130061 / ramadavaldi@gmail.com

Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku bangsa dan budayanya. Salah satu kekayaan Indonesia yang telah mendapat pengakuan secara Internasional dari UNESCO adalah batik. Batik telah menjadi warisan budaya yang wajib dilestarikan oleh masyarakat Indonesia. Mengembangkan berbagai inovasi dan motif batik juga merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat akan batik. Batik ini memiliki banyak jenis seperti batik tulis, printing, cap, dan lain-lain. Proses produksinya cukup memakan waktu, salah satu proses produksi yang memakan waktu cukup lama adalah batik tulis, dikarenakan pembuatan polanya digambar langsung oleh tangan manusia.
Pembuatan pola batik tulis berkisar 2-3 minggu. Lamanya durasi waktu dalam pembuatan pola ini membuat proses produksi menjadi kurang efektif, karena perkembangan batik dalam pasar semakin ketat dalam bersaing. Untuk itu dibutuhkan suatu teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas dalam proses pembuatan batik tanpa harus menghilangkan unsur budaya batik di Indonesia. Dalam dunia industri mesin CNC sudah banyak digunakan dikarenakan tingkat kepresisian yang tinggi, waktu yang dibutuhkan saat produksi lebih cepat, floorspace yang tidak terlalu banyak, fungsi mekanik dikendalikan mesin sehingga faktor tenaga manusia yang diperlukan lebih sedikit, dan lain-lain.
Pada tugas akhir ini, diusulkan sebuah miniatur mesin CNC untuk pembuatan pola batik berbasis komunikasi wireless. Diharapkan alat tersebut dapat mempermudah proses pembuatan batik sehingga produksi dapat meningkat dengan pesat.

Kata Kunci : Batik, CNC, G-Code, wireless.
Riwayat Judul : rekomendasi judul dari Bapak Ridho Hendra Yoga Perdana, S.ST., M.T. , Ir.Hudiono, MT , M. Taufik ST,MT

Abstrak_D3TT_2019



RINGKASAN
PEMBUATAN HEXSACOPTER SERBAGUNA DENGAN KONTROL 433MHZ RF TRANSMITTER
Alfi Alhuzwiri Syam / NIM: 1631130016 / alfialhuzwiri@gmail.com
Dhika Ira Riswana / NIM: 1631130042 / dhikariswana@gmail.com

Di Zaman yang serba modern ini kehidupan manusia sudah lebih instan. Dengan adanya teknologi yang semakin hari semakin berkembang, seperti robot yang diciptakan manusia untuk membantu manusia melakukan pekerjaanya. Sebagai contoh, sebuah drone sebagai robot terbang, yang biasa dikenal sebagai Unmanned Aerial Vehicle. Unmanned Aerial Vehicle merupakan robot yang juga bisa bergerak secara otomatis berdasarkan program yang ditanamkan pada sistem komputer. Saat ini drone telah banyak dimanfaatkan untuk pemotretan daerah bencana, untuk menebarkan pupuk pada lahan pertanian dan menebar pakan ikan serta mengetahui ketinggian suatu obstacle. Namun drone pada umumnya hanya fokus terhadap satu tugas atau hanya memiliki satu fungsi. Dan juga drone pada umumnya hanya memiliki 4 baling-baling, beban yang dapat diangkat terbatas serta kontrol menggunakan remote. Pada Tugas Akhir ini diajukan pembuatan sebuah hexsa-copter multi-guna dengan 433Mhz RF Transmitter yang bisa dihubugkan dengan Laptop sehingga dapat melakukan beberapa fungsi.
Drone ini menggunakan multi-cargo. Akan terdapat beberapa cargo yang dipakai sesuai dengan bidang yang di butuhkan. Kontroller pada drone akan di setting dalam beberapa mode yang terbagi dalam beberapa bidang. Sehingga saat mengganti cargo maka kontroller secara otomatis akan mengenali mode bidang yang akan di pakai. Pengujian yang akan di lakukan yaitu, pairing drone, jarak drone, lama penerimaan data sensor dan pengiriman data input pengaktifan cargo.
Drone ini diharapkan dapat menjadi drone multi guna yang dapat meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, dan meminimumkan resiko kecelakaan. 

Kata Kunci      : Drone, Hexsa-copter, 433Mhz RF Transmitter
Riwayat Judul : Rekomendasi judul dari Bapak Ir. Hudiono, M.T , Bapak M.Taufik, ST,M.T dan Bapak Ridho Hendra Yoga Perdana, S.ST., M.T.


SISTEM IRIGASI TETES BERBASIS IoT (Internet of Think) MENGGUNAKAN ENERGI PANEL SURYA



RINGKASAN

SISTEM IRIGASI TETES BERBASIS IoT (Internet of Think) MENGGUNAKAN ENERGI PANEL SURYA
Aisyah Rahma Kholifah1, Rurin Fitriana2
11631130054, aisyahrk18@yahoo.com


Terbatasnya ketersediaan air di perkebunan, di puncak gunung menjadi kendala saat petani ingin melakukan penyiraman tanaman. Hal ini mengakibatkan para petani harus mengambil air secara manual dari sungai dan menampungnya dalam tandon. Namun hal ini belum menyelesaikan masalah karena petani harus berhemat dengan air yang dimilikinya, oleh karena itu, dibuatlah teknologi sistem irigasi tetes. Tujuan pembuatan laporan akhir ini adalah merancang sistem irigasi tetes yang dikontrol menggunakan teknologi IoT (Internet of Think) dengan sumber energi panel surya sehingga petani dapat mengontrolnya menggunakan smartphone.
Metode yang digunakan dalam merancang sistem irigasi tetes dimulai dari perancangan software, perancangan elektronik serta pembuatan sistem. Sistem irigasi tetes berbasis IoT memberikan kendali penuh terhadap tanaman-tanaman mulai dari monitoring kondisi kelembaban tanah hingga mengendalikan penggunaan debit air, sedangkan NodeMCU digunakan sebagai perantara pengiriman informasi serta kontrol sistem valve secara real time. Dimana sumber listrik untuk menggerakkan sistem ini menggunakan panel surya. Dengan alat tersebut diharapkan para petani dapat mengetahui kelembapan tanah dan melakukan irigasi tetes secara otomatis maupun manual menggunakan smartphone.
Hasil yang diharapkan dari sistem ini penggunaan air menjadi lebih hemat dan efektif hanya pada lokasi tanaman yang membutuhkan.

Kata kunci: kelembaban tanah, NodeMCU, Valve, Panel surya.

Riwayat judul : rekomendasi dari Dosen M. Sarosa, Dipl.ing, MT, Dr.





Terkirim dari Yahoo Mail. Dapatkan aplikasinya

Rabu, 24 Oktober 2018

Abstrak_D3TT_2019


RINGKASAN
Vertical Farming Rotation berbasis Mikrokontroler
Robby Juniansyah Arifandi / NIM. 1631130033
Yosta Yusrizal Yusriansyah / NIM. 1631130052

Indonesia disebut sebagai negara agraris, karena sebesar 31,86% atau 39,68 juta orang bekerja di sektor pertanian. Pada daerah pegunungan khususnya daerah Magelang Jawa Tengah banyak warga yang berprofesi sebagai petani namun tidak memiliki lahan sendiri. Sehingga banyak warga yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja di lahan milik orang lain, tetapi hal tersebut tidak sebanding dengan upah yang mereka dapat, hal ini membuat pendapatan para petani khusunya daerah Magelang Jawa Tengah jauh di bawah rata-rata. Ketidak-seimbangan hasil pendapatan merupakan masalah kompleks yang dihadapi oleh petani di daerah tersebut.
Mengembangkan inovasi baru dalam bidang pertanian, melalui Vertical Farming Rotation berbasis mikrokontroler merupakan salah satu cara untuk membantu para petani yang tidak memiliki lahan. Melalui alat ini petani yang tidak memiliki lahan sendiri dapat melakukan sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara indoor. Tumbuhan dapat ditanam dilahan yang terbatas mengggunakan teknik vertical farming dan pertumbumhanya dapat dikontrol dan dimonitoring melalui smartphone. Sehingga mampu membantu menambah  pendapatan para petani.
Pada alat ini dipasang sebuah mikrokontroler yang terhubung pada aplikasi smartphone secara realtime. Selain itu dikembangkan sistem kontrol dan monitoring otomatis untuk mengetahui pH tanah, kelembapan tanah, kelembapan udara, serta kontrol putar otomatis sebagai media penyiraman tumbuhan. Alat ini di tambahkan sinar UV melalui penggunaan lampu yang menyala selama 8 sampai 10 jam setiap harinya untuk membantu proses fotosintesis secara maksimal sebagai pengganti sinar matahari. Kontrol putar sebagai media penyiraman otomatis yang dapat dikontrol menggunakan smartphone melakukan penyiraman pada tumbuhan sebanyak 3 kali dalam sehari untuk memastikan tumbuhan mendapat nutrisi yang cukup.


Kata Kunci      : kelembapan tanah, kelembapan air, pH tanah, suhu udara, sinar UV
  Mikrokontroler.
Riwayat Judul : rekomendasi judul dari Bapak Ridho Hendra Yoga Perdana, S.ST.,M.T.

Jumat, 19 Oktober 2018

ABSTRAK_D3TT_2019


RINGKASAN
Smart Clean Bak Mandi Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Android
Cicilia / NIM : 1631130026 / cicillia.cicil@gmail.com
Christselvon Welda Feventenia / NIM : 1631130120 / christselvonweldafeventenia@gmail.com

            Kamar mandi merupakan sarana dan prasarana yang wajib keberadaannya dalam rumah maupun di ruang publik. Menjaga kebersihan kamar mandi merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan secara rutin. Bak mandi adalah salah satu perabotan dalam kamar mandi yang wajib untuk dibersihkan. Namun, bak  mandi yang kotor akan menimbulkan banyak kuman yang akan mengganggu kesehatan. Terkadang manusia jarang memerhatikan kebersihan bak mandi disebabkan karena aktivitas yang sangat padat. Biasanya untuk membersihkan bak mandi, kita harus melakukannya secara manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama serta dapat menguras tenaga. Untuk memudahkan dalam melakukan pembersihan bak mandi diperlukan Smart Clean bak mandi. Smart Clean bak mandi ini merupakan solusi untuk mengatasi masalah tersebut, karena kita bisa membersihkan bak mandi secara otomatis menggunakan smartphone.
            Alat ini menggunakan arduino sebagai pengendali sistem. Turbidity Sensor digunakan untuk mendeteksi kekeruhan air. Android Studio digunakan untuk mengirim notifikasi ke smartphone ketika air pada bak mandi tersebut sudah keruh. Maka akan muncul perintah pada smarthphone berupa notifikasi pembersihan bak mandi, ketika diberi respon 'setuju' maka Citric Acid secara otomatis akan tumpah kedalam bak mandi untuk membersihkan kotoran yang menempel. Alat ini juga membutuhkan timer untuk melarutkan Citric Acid, yaitu sekitar 15 menit. Pada bak mandi akan dipasang sebuah selang yang memiliki banyak lubang, agar air bisa mengalir di sekeliling bak mandi yang akan memudahkan proses pembersihan. Selanjutnya, air akan dibuang secara otomatis melalui kran pembuangan yang diletakkan dibagian bawah bak mandi. Ketika proses pembersihan sudah selesai, android akan mengirim notifikasi kembali untuk melakukan pengisian air secara otomatis pada bak mandi.
            Diharapkan dengan diimplementasikan smart clean bak mandi menggunakan mikrokontroler berbasis android ini, dapat mempermudah dalam pembersihan bak mandi dan bisa menghemat waktu serta tenaga.


Kata Kunci : Smart Clean Bak Mandi, Mikrokontroler, Android, Turbidity Sensor

Rabu, 10 Oktober 2018

BPK YOYOK


BPK RASYID


BPK SIRAJ


BPK WALUYO


BPK PURWANDI


BPK HENDRO


BPK JUNUS


IBU MILA


BPK MARTONO


IBU KRISTINA


BPK HUDI


BPK HADI


IBU LIS


IBU AISYA


IBU FARIDA


IBU AMALIA


IBU PUTRI


BPK RIDHO