Sabtu, 27 Oktober 2018

Abstrak_D3TT_2019


RINGKASAN

Sistem Keamanan Parkir Polinema Berbasis Database Verification menggunakan Android dan Website

Achmad Zulfikar Firman Nur Hidayatulloh / NIM. 1631130110/ zulkvlt@gmail.com
Ayu Fitria Pratiwi / NIM. 1631130086 / ayufipratiwi@gmail.com

Alat transportasi sepeda motor adalah pilihan nomor satu di kalangan mahasiswa dalam beraktifitas di kampus, sepeda motor ini akan di parkir di lahan parkir kampus atau luar kampus. Demi meningkatkan keamanan sepeda motor,  pihak kampus memakai karcis sebagai alat keamanan parkir sepeda motor yang sedang parkir pada lahan parkir yang tersedia. Namun, sering sekali mahasiswa lupa dan lalai dalam menyimpan karcis yang mengakibatkan karcis tersebut hilang. Pada umumnya, jika hal ini terjadi maka petugas parkir akan meminta bukti lain berupa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), tetapi jika mahasiswa tidak membawa STNK, petugas parkir hanya akan menahan bukti lain seperti KTP atau KTP bahkan hanya menulis nama, nim, dan plat nomor di buku catatan parkir tanpa menahan bukti identitas. Hal ini sangat berbahaya dan kemungkinan besar disalahgunakan oleh pihak yang  tak bertanggung jawab.
Dengan melakukan verifikasi data pemilik kendaraan memakai sistem ini diharapkan dapat membantu meminimalkan adanya tindak kejahatan yang sering terjadi sekarang. Melalui sistem ini petugas parkir dapat memastikan bahwa orang yang mengendarai sepeda motor tersebut adalah pemilik sebenarnya dari kendaraan tersebut. Selain menjaga dari tindak kejahatan, sistem ini juga akan mendata seberapa sering mahasiswa tersebut menghilangkan karcis atau tidak membawa identitas yang nantinya akan diberikan sanksi sesuai yang ditentukan agar nantinya meningkatkan kedisiplinan mahasiswa.
Sistem ini mengharuskan seluruh mahasiswa melakukan upload data ke dalam database yang sudah ada. Jika nantinya ada mahasiswa yang kehilangan karcis maka petugas parkir akan melakukan verifikasi dengan cara memasukkan salah satu dari data diantaranya nama, nim, dan plat nomor kendaraan atau dengan memindai QR code yang sudah diberi dalam bentuk stiker, lalu aplikasi akan mengirimkan data yang sudah masuk ke server, dan server akan melakukan pencocokan antara data yang dikirim dengan data tersimpan di database, lalu server akan mengirimkan data berupa identitas pemilik ke device awal, selanjutnya petugas parkir dapat memastikan melalui android, bahwa mahasiswa tersebut merupakan pemilik sebenarnya dari kendaraan tersebut.
           
Kata kunci: parkiran, database, verifikasi data, QR code, android

Abstrak_D3TT_2019


RINGKASAN
Sistem Telemonitoring Pertumbuhan Tanaman Anggrek Hibrida Berdasarkan Intensitas Cahaya Berbasis Arduino
Dinda Annura Sukmawati/ NIM: 1631130032/ dindaannura00@gmail.com
Zulfa Anggraini Kusumaningtyas/ NIM: 1631130004/ zulfahoya917@gmail.com

Anggrek hibrida jenis bulan merupakan tanaman yang membutuhkan cahaya matahari dengan intensitas tertentu. Pada tanaman anggrek ini harus diperlakukan khusus, karena memang membutuhkan perawatan yang berbeda dari tanaman bunga yang lainnya.
Parameter – parameter yang perlu monitoring antara lain : Gas, Suhu, dan Intensitas Cahaya. Parameter – parameter tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan anggrek. Anggrek dapat tumbuh dengan baik jika suhu dan intensitas cahaya terpenuhi dengan baik dan juga kadar gas yang di hasilkan oleh tanaman stabil. Maka dalam penelitian inidilakukan penyempurnaan Intensitas Cahaya yang diatur menggunakan sensor LDR untuk menentukan berapa besar gelombang yang harus di pancarkan oleh LED sesuai cuaca dan waktu. Lampu LED yang digunakan ada 2 (dua) jenis warna yang berbeda yaitu warna merah dan biru, setiap  warna memancarkan gelombang yaitu pada LED merah 630 – 660 nm dan LED biru 430 – 550nm.Dalam mengatur panjang gelombang di butuhkan tegangan, maka untuk mengatur tegangan yang berbeda digunakan sensor, yaitu Dioda Zenner untuk mengatur tegangan disetiap lampunya. Selain itu, suhu tempat menanam anggrek juga harus terjaga. Suhu yang ideal untuk anggrek adalah suhu siang antara 27 – 30 derajat celcius dan suhu malam antara 21 – 24 derajat celcius. Pada kasus ini digunakan sensor Thermocoupler. Sedangkan untuk mendeteksi gas pada alat ini adalah sensor Grove. Berdasarkan permasalahan tersebut, dirancanglah Sistem Telemonitoring Pertumbuhan Tanaman Anggrek Hibrida Berdasarkan Intensitas Cahaya Berbasis Arduino.
Untuk mengembangkan system tersebut maka diperlukan sensor-sensor yang dihubungkan ke arduino agar dapat menjalankan alat-alat yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Hasil yang diharapkan, kita dapat memproduksi bibit anggrek dengan jumlah yang banyak dengan waktu yang singkat.

Kata kunci : tanaman anggrek, fotosintesis, suhu, intensitas cahaya, thermocoupler, diode zenner, lampu LED, LDR, sensor Grove
Riwayat judul: rekomendasi judul dari Ibu Farida Arinie, ST., MT

Virus-free. www.avast.com

ABSTRAK_D3TT_2019


RINGKASAN

RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI BANJIR MENGGUNAKAN TELEMETRI NIRKABEL DENGAN PENGOTOMATISAN LAMPU INDIKATOR SEBAGAI PENGALIHAN ARUS LALU LINTAS DI KAWASAN LUMPUR LAPINDO SIDOARJO
Kristanti Monica Oktaviani / NIM : 1631130035 / kristantimonica07@gmail.com
Titin Dwi Safitri / NIM : 1631130049 / titindwisafitri14@gmail.com

Banjir merupakan salah satu musibah yang terjadi dimusim hujan terutama  di daerah Porong Sidoarjo. Ketika curah hujan tinggi dapat menimbulkan banjir yang menyebabkan kemacetan lalu lintas dan juga mengakibatkan rusaknya mesin kendaraan bermotor, oleh karena itu dirancang sistem pendeteksi banjir.
Pada penelitian sebelumnya untuk mendeteksi banjir menggunakan parameter ketinggian permukaan air dapat dilakukan dengan menggunakan radar Doppler, tetapi memerlukan rancangan perangkat keras yang rumit. Cara tersebut selain rumit juga memerlukan biaya yang cukup besar. Selain menggunakan radar Doppler, mendeteksi ketinggian air juga dapat menggunakan Water Level Sensor arduino, namun ketinggian air yang dapat dibaca sangat terbatas. Alternatif lain yang lebih ekonomis dalam mendeteksi ketinggian permukaan air dilakukan menggunakan sensor ultrasonik, sensor ini juga berfungsi sebagai penerima dan pemancar. Selain sensor ultrasonik pengembangan alat ini juga menggunakan wireless nRF24L01. Wireless nRF24L01 dipilih karena berfungsi sebagai komunikasi jarak jauh atau nirkabel, selain sebagai penerima juga sebagai pemancar. nRF24L01 memiliki kecepatan sampai 2Mbps sehingga sangat dibutuhkan dalam perancangan alat ini. Alat ini dibuat dengan cara kerja sebagai berikut, alat pendeteksi banjir ini menggunakan sensor ultrasonik yang akan bekerja saat menerima masukan berupa banjir dengan parameter ketinggian air. Kemudian setelah menerima masukan berupa banjir, sensor tersebut akan mengirimkan sinyal informasi kepada transceiver nRF24L01. Transceiver ini berupa wireless yang berguna untuk menerima sinyal informasi dari sensor ultrasonik dan mengirimkan sinyal  informasi ke lampu indikator serta running text sebagai penanda pengalihan arus lalu lintas. Alat pendeteksi banjir ini dipasang dengan jarak kurang lebih 1,5 km dari letak penanda pangalihan arus tersebut.
Dengan dibuatnya Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Banjir Menggunakan Telemetri Nirkabel dengan Pengotomatisan Lampu Indikator sebagai Pengalihan Arus Lalu Lintas ini diharapkan dapat membantu pengguna jalan raya untuk menghindari banjir dan kemacetan dengan mengalihkan arus lalu lintas sehingga kendaraan bermotor tidak melintasi kawasan tersebut, selain itu dapat mencegah kerusakan pada kendaraan bermotor.

Kata Kunci : Sensor Ultrasonik, Transceiver nRF24L01, Pendeteksi Banjir, Lampu Indikator dan Running Text Pengalihan Arus Lalu Lintas.




Abstrak_D3TT_2019


ABSTRAK

Rancang Bangun Aplikasi Sistem Monitoring dan Pengendalian Lampu PJU Berbasis Internet Menggunakan Jaringan Seluler 3G

                            Andik Irawan   // NIM:1631130064 : andikirawan271@gmail.com 
   Dhea Fiky Fatchatur Rizky //  NIM:1631130063 : dhearizky6@gmail.com

Sektor energi merupakan penyumbang emisi terbesar kedua di Indonesia, salah satunya bersumber dari penyediaan tenaga listrik yang di dominasi batu bara. Untuk menjamin penyediaan energi listrik, Kementrian ESDM telah menetapkan kebijakan konservasi energi. Upaya konservasi energi dapat diwujudkan pada efisinsi penggunaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Berdasarkan perhitungan Badan Litbang Kementrian ESDM, diketahui bahwa potensi penghematan tenaga listrik pada penggunaan lampu PJU mencapai 2.042 GWh/tahun atau setara dengan Rp. 2 triliun/tahun. Selain itu, banyaknya masalah yang sering terjadi seperti lambatnya respon penanganan kerusakan lampu atau jaringannya, pencurian lampu, pendataan lampu yang kurang akurat dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Untuk mengurangi kejadian tersebut, maka dibutuhkan alat yang mampu memantau lampu PJU secara terus-menerus dan realtime sehingga dapat memberikan informasi yang mudah diakses oleh pemerintah. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk merancang sistem monitoring keadaan lampu PJU melalui website. Hasil dari monitoring secara langsung dapat digunakan sebagai dasar maintenance petugas. Respon cepat dapat diberikan secara langsung ketika terjadi masalah pada lampu PJU. Sistem ini menggunakan sensor tegangan DC 0-25 V untuk mengukur tegangan dan sensor arus ACS712 untuk mengukur arus pada pemakaian lampu PJU. Arduino UNO digunakan sebagai pemroses data dari sensor. Untuk sistem transmisi data, digunakan modul SIM 900 untuk mengirim data dari arduino UNO menuju database sehingga data dapat dimonitoring melalui website.

Sistem ini menggunakan internet jaringan seluler 3G yang dibangun untuk merancang dan mengimplementasikan suatu sistem pemantau keadaan lampu PJU. Diharapkan sistem ini dapat memonitoring pemakaian daya lampu PJU serta keadaan on atau off nya, sehingga dapat diketahui dengan cepat lampu PJU mana yang perlu segera diperbaiki oleh pemerintah. Selain itu, pengontrolan pemakaian daya listrik PJU dapat membantu penghematan daya listrik.



Kata Kunci : Monitoring, PJU, Arduino Uno, Modul SIM 900, Website . 

Riwayat Judul : Rekomendasi judul dari Bapak Ridho Hendra Yoga Perdana, S.ST., MT. , Bapak Ir. Hudiono, MT , dan Bapak M. Taufik ST., MT

ABSTRAK_D3TT_2019


RINGKASAN

RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DETEKSI KESEGARAN IKAN LAUT BERBASIS IOT
Devi Khanthi Dwi Bhakti./NIM: 1631130074/devi.dwibhakti@gmail.com
Dinda Nor Sella Rahma./NIM: 1631130010/dindasella1997@gmail.com

Sebagai negara maritim, Indonesia yang memiliki  luas laut 5,8 juta km2 dengan jumlah pulau 17.504 dan garis pantai 95.000 km, dianugerahi potensi kekayaan sumber daya ikan yang beraneka ragam dan melimpah. Namun pengetahuan dari nelayan sangat minim sehingga setelah menangkap ikan masih melakukan proses pengawetan dengan bahan yang berbahaya. Penanganan ikan setelah penangkapan atau pemanenan memegang peranan penting utuk memperoleh nilai jual ikan yang maksimal. Salah satu faktor yang menentukan nilai jual ikan dan hasil perikanan yang lain adalah tingkat kesegarannya. Kesegaran ikan mempunyai arti penting bagi semua pihak terutama dalam kegiatan ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi mengenai hal tersebut maka dibuatlah suatu sistem untuk memonitoring tingkat kesegaran ikan laut pada pelelangan ikan.
Salah satu cara untuk menentukan tingkat kesegaran ikan dapat diakses secara realtime berbasis IoT (Internet Of Things) yang kemudian diimplementasikan pada sebuah Mikrokontroler dengan menggunakan Sensor gas dan Sensor warna TCS230/TCS3200 sebagai alat pendeteksi kesegaran yang menggantikan indra penciuman dan penglihatan pada manusia dalam menentukan tingkat kesegaran pada ikan.
Hasil yang diharapkan dari alat ini yaitu dapat menghasilkan keluaran berupa pembagian kelas mutu ikan diantaranya yaitu prima (kesegaran ikan masih baik sekali), advanced (kesegaran ikan masih baik), medium (kesegaran ikan sudah mulai mundur), worst (ikan sudah busuk).


Kata kunci : kesegaran ikan laut, IoT (Internet Of Things), mikrokontroler, sensor gas, sensor warna
Riwayat judul: Rekomendasi judul dari Ibu Farida Arinie, ST.,MT

RINGKASAN
Monitoring dan Kontrol Otomatis Pembakaran Keramik berbasis IoT (Internet of Things)

Mitarum Dwi Andriyani / NIM: 1631130008 / mitarum.dwi@gmail.com
Firdha Maulida / NIM: 1631130068 / firdhamaulida@gmail.com

Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku bangsa, budaya dan keseniannya, salah satu kesenian di Indonesia yang mendunia adalah kerajinan keramik. Dengan banyaknya peminat keramik di Indonesia bahkan sampai mendunia maka banyak orang-orang Indonesia yang menekuni seni keramik, salah satunya berada di daerah Dinoyo Malang yang sekarang terkenal dengan Kampung Wisata Keramik. Kampung Wisata Keramik Dinoyo memiliki produk andalan keramik dengan spesifikasi karakter keramik berbeda dengan daerah lain. Proses produksi keramik ini tidak selalu maksimal, hal ini terjadi karena suhu dan kondisi gas pada pembakaran keramik tidak optimal.
Dalam proses pembakaran keramik parameter utama yang harus dilihat adalah menstabilkan suhu pada tungku dan keadaan gas yang terhindar dari kebocoran. Pada saat ini hasil dari proses pembakaran keramik kurang maksimal dan tidak mencapai kebutuhan pasar dikarenakan kurang memperhatikan parameter tersebut. Dengan adanya teknologi saat ini seperti IoT (Internet of Things) yang dapat mengoptimasi beberapa alat seperti media sensor yang dapat memudahkan para pengerajin untuk memantau dan mengoperasikan proses pembakaran keramik melalui Smartphone.
Dengan adanya permasalahan tersebut, kami membuat alat pengoptimalan suhu pada proses pembakaran keramik berbasis IoT (Internet of Things). Diharapkan alat tersebut dapat mempermudah dalam proses pembakaran keramik, sehingga hasil kualitas keramik terjamin dan dapat menembus kebutuhan pasar.
Kata kunci : Keramik, IoT, suhu, gas
Riwayat judul : 

ABSTRAK_D3TT_2019


RINGKASAN
MONITORING TANAMAN MINT DENGAN SISTEM VERTICAL HIDROPONIK MENGGUNAKAN ARDUINO BERBASIS IoT
Berliana Firdhauszi Mahardika / NIM: 1631130019 / berlianafmahardika@gmail.com
Nurbaiti Rohmah / NIM: 1631130006 / nurbaitirohmah10@gmail.com

Minat masyarakat untuk bercocok tanam semakin hari semakin bertambah banyak, namun terbatasnya lahan yang ada membuat minat ini tidak bisa berkembang dengan baik, salah satunya adalah menanam tanaman mint. Penggunaan sistem Vertical Hidroponik memudahkan masyarakat agar dapat bercocok tanam tanaman mint di pekarangan yang memiliki luas terbatas. Tetapi, Vertical Hidroponik memiliki kelemahan, yaitu tanaman harus dikontrol secara terus-menerus agar tidak layu dan mati.
Parameter utama yang perlu diperhatikan pada saat melakukan Vertical Hidroponik adalah kelancaran sirkulasi air dan waktu pemberian nutrisi pada tumbuhan. Namun, ada saatnya pemilik tanaman berada jauh dari lokasi penanaman sehingga tidak bisa mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tanamannya. Teknologi IoT (Internet of Things) yang mengoptimasi beberapa alat seperti media sensor memungkinkan manusia mudah berinteraksi dengan semua peralatan yang terhubung dengan jaringan internet, sehingga melalui sistem ini kita dapat memonitoring maupun mengontrol tanaman yang dimiliki melalui smartphone kapanpun dan dimanapun.
Berdasarkan permasalahan tersebut, kami akan membuat alat dengan sebuah mikrokontroler yang dapat diakses dengan android secara realtime menggunakan adafruit sebagai media monitoring. Pada alat ini dikembangkan monitoring secara otomatis untuk mengontrol pH air, nutrisi, serta level ketinggian air pada tempat penampungan air untuk tanaman hidroponik. pH normal untuk tanaman mint hidroponik adalah 5,5-6. Selain itu, ditambahkan switch agar alat ini secara otomatis akan menerima daya dari UPS (Unit Power Supply) pada saat terjadi pemadaman listrik. Dengan adanya alat tersebut, diharapkan pemilik tanaman bisa mengontrol tanamannya secara jarak jauh dan mengetahui jumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh tanamannya secara otomatis sehingga tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kata Kunci : Vertical Hidroponik, arduino, IoT, mikrokontroler.
Riwayat Judul : berdasarkan rekomendasi dan roadmap dari Ibu Lis Diana Mustafa, S.T., M.T.

Abstrak_TT_2019


RINGKASAN
Rancang Bangun Vending Machine Berbasis Internet of Think (IOT)
Antonius Stefen Sitorus / NIM. 1631130111 / antonius.stefen@gmail.com
Dehan Diansyah / NIM. 1631130038 / dehandiansyah97@gmail.com
Laporan Akhir, Program Studi Teknik Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Malang.

Pengunjung-pengunjung di tempat wisata sering kali membutuhkan minuman dingin disaat mereka dahaga. Kurangnya penjual minuman di tempat-tempat strategis mengakibatkan pengunjung harus membeli di tempat tertentu, oleh karena itu dibuatlah mesin penjual minuman otomatis (vending machine). Perkembangan teknologi informasi telah melahirkan sistem baru yang biasa disebut IOT (Internet of think). ketersediaan bandwidth yang tak terbatas menjadikan IOT berkembang sangat pesat. Sehingga semua kebutuhan Manusia saat ini dapat dimudahkan dengan alat berbasis IOT.
Memperhatikan fakta-fakta diatas maka dibuatlah Vending Machine berbasis IOT untuk memudahkan konsumen mendapatkannya. Untuk memudahkan transaksi jual-beli sisem menggunakan QR Code sebagai pengganti identitas minuman melalui aplikasi android, pengendali transaksi dan Vending Machine dilakukan oleh NodeMCU ESP8266 sekaligus sebagai pengirim informasi ke database. Untuk system pembayaran dilakukan dengan sistem deposit.
Hasil dari pembuatan Vending Machine otomatis diharapkan memudahkan proses transaksi pembelian minuman secara efektif dan efisien.
Kata kunci : IOT, NodeMCU ESP8266, Vending Machine, Aplikasi Mobile, database.
Riwayat judul : Rekomendasi dari Dosen M. Sarosa, Dipl.ing, MT, Dr.

ABSTRAK_D3TT_2019


RINGKASAN
 TELECONTROLLING SMART AQUARIUM IKAN KOI BERBASIS IOT
Meila Nadya Hunafa NIM. 1631130056 /meilanh17@gmail.com
Pambudi Ahmad Muhyiddin NIM. 1631130102 /ahmadmuhyiddin9797@gmail.com

Ikan koi merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak digemari oleh para penggemar ikan karena keindahan corak warnanya. Namun di sisi lain, ikan koi merupakan makhluk hidup yang membutuhkan makanan dan perawatan yang khusus. Maka dari itu tidak bisa sembarangan dalam pemeliharaannya. Sebagai contoh kasus apabila seorang pemilik ikan koi hendak pergi ke luar kota untuk waktu yang lama, maka akan sangat berbahaya bagi ikan koi apabila akuarium yang berisi ikan koi tidak dapat dikontrol pakannya, suhu air, dan tingkat keasaman (pH) airnya secara otomatis dari jarak jauh. Serta jarang sekali bahkan belum ditemukan adanya tempat penitipan ikan koi. Maka dari itu, diusulkanlah sebuah judul "TELECONTROLLING SMART AQUARIUM IKAN KOI BERBASIS IOT" yang dapat memberikan pakan secara teratur dan terjadwal dengan otomatis dan dapat mengontrol kualitas air pada akuarium ikan koi dari jarak jauh menggunakan smartphone berbasis IOT (Internet of Things).
Paramater kualitas air yang diamati pada alat ini berupa suhu dan tingkat keasaman (pH). Seperti yang diketahui dari beberapa jurnal, suhu perairan yang optimal untuk pertumbuhan ikan koi berkisar antara 15oC – 25oC dengan pH berkisar antara 6,5 – 8,5. Akibat dari kualitas air yang buruk juga dapat menyebabkan ikan koi stress, terkena penyakit dan kematian. Untuk menyetarakan agar suhu dan pH air di akuarium buatan sama dengan suhu dan pH air kolam pada habitat asli, di sini digunakan sensor DS18B20 sebagai pendeteksi suhu dalam air dan pH probe sensor e-201-c sebagai pembaca nilai pH yang terukur. Untuk meminimalisir tingkat keasaman (pH), maka di sini digunakan pemberian bahan alami di dalam air berupa pelepah pisang untuk menaikkan tingkat keasaman dan batu karang untuk menurunkan tingkat keasaman secara otomatis dan dapat menyirkulasi air dengan otomatis. Ketika pH telah mencapai batas yang telah ditentukan, maka pemberian air berisi bahan alami secara otomatis akan berhenti.
Pada alat ini juga dipasang RTC untuk pemberian pakan ikan secara otomatis. RTC (Real time clock) adalah jam elektronik berupa chip yang dapat menghitung waktu (mulai detik hingga tahun) dengan akurat dan menjaga/menyimpan data waktu tersebut secara real time. Pengontrolan suhu, tingkat keasaman (pH) dan waktu pemberian pakan akan ditampilkan pada LCD yang nantinya akan dikontrol secara otomatis dengan mikrokontroller ATMega8535 yang dapat menghubungkan semua sensor pada akuarium agar dapat terhubung ke internet dan mudah diakses oleh pengguna.




Kata kunci : Ikan koi, Telecontrolling, Smart Aquarium, IOT, Mikrokontroller, Sensor suhu, Sensor pH, RTC


Riwayat judul : Rekomendasi judul dari Dosen Bu Lis Diana M, ST., MT

ABSTRAK_D3TT_2019_Telemonitoring Identifikasi Kualitas Sampah Berdasarkan Sensor Gas


RINGKASAN
Telemonitoring Identifikasi Kualitas Sampah Berdasarkan Sensor Gas
Iin Dewi Anjani / NIM : 1631130087 / anjanifey0@gmail.com
Tutut Dwi Sartini / NIM : 1631130048 / tututdwi14@gmail.com

Menurut Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dinyatakan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia / proses alam yang berbentuk padat. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan keanekaragaman ekonomi sangat memicu bertambahnya jumlah sampah yang ada. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitarnya. Terutama pada sampah yang tertimbun akan menyebabkan bau yang tidak sedap, bau ini nantinya akan menyebar luas ke area masyarakat. Untuk meminimalisir bau yang tidak sedap dengan cara mengeringkan sampah tersebut. Tetapi, penetralisir bau sampah memiliki kelemahan, yaitu sampah harus sering dikontrol agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu melihat kadar gas sampah, kadar kelembapan dan kepekatan warna yang akan menimbulkan bau sampah pada TPS (Tempat Penampungan Sementara). Jika petugas kebersihan tidak berada di lokasi TPS, maka tidak bisa mengontrol keadaan lokasi TPS. Semakin berkembangnya teknologi telekomunikasi, dapat memanfaatkan teknologi tersebut dengan menggunakan beberapa alat yang dapat mengontrol kondisi sampah pada TPS dengan jarak jauh menggunakan jaringan internet. Sehingga dapat digunakannya Telemonitoring Identifikasi Kualitas Sampah Berdasar Sensor Gas menggunakan aplikasi Telegram Messenger.
Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan menggunakan mikrokontroler sebagai media monitoring secara realtime. Sensor dibuat untuk mengontrol gas, kelembapan, serta kepekatan warna yang dihasilkan oleh tertimbunnya sampah di TPS. Untuk menghasilkan tegangan dibutuhkan adanya solar cell. Dengan dibuatnya alat ini, diharapkan dapat menetralkan bau sampah sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat yang berada di lingkungan TPS.

Kata Kunci : bau sampah, telegram messenger, mikrokontroler, sensor gas, sensor kelembapan, sensor warna, solar cell.

Riwayat Judul : rekomendasi judul dari Ibu Farida Arinie, ST, MT

TELECONTROLLING SMART AQUARIUM IKAN KOI BERBASIS IOT


RINGKASAN
 TELECONTROLLING SMART AQUARIUM IKAN KOI BERBASIS IOT
Meila Nadya Hunafa NIM. 1631130056 / meilanh17@gmail.com
Pambudi Ahmad Muhyiddin NIM. 1631130102 / ahmadmuhyiddin9797@gmail.com

Ikan koi merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak digemari oleh para penggemar ikan karena keindahan corak warnanya. Namun di sisi lain, ikan koi merupakan makhluk hidup yang membutuhkan makanan dan perawatan yang khusus. Maka dari itu tidak bisa sembarangan dalam pemeliharaannya. Sebagai contoh kasus apabila seorang pemilik ikan koi hendak pergi ke luar kota untuk waktu yang lama, maka akan sangat berbahaya bagi ikan koi apabila akuarium yang berisi ikan koi tidak dapat dikontrol pakannya, suhu air, dan tingkat keasaman (pH) airnya secara otomatis dari jarak jauh. Serta jarang sekali bahkan belum ditemukan adanya tempat penitipan ikan koi. Maka dari itu, diusulkanlah sebuah judul "TELECONTROLLING SMART AQUARIUM IKAN KOI BERBASIS IOT" yang dapat memberikan pakan secara teratur dan terjadwal dengan otomatis dan dapat mengontrol kualitas air pada akuarium ikan koi dari jarak jauh menggunakan smartphone berbasis IOT (Internet of Things).
Paramater kualitas air yang diamati pada alat ini berupa suhu dan tingkat keasaman (pH). Seperti yang diketahui dari beberapa jurnal, suhu perairan yang optimal untuk pertumbuhan ikan koi berkisar antara 15oC – 25oC dengan pH berkisar antara 6,5 – 8,5. Akibat dari kualitas air yang buruk juga dapat menyebabkan ikan koi stress, terkena penyakit dan kematian. Untuk menyetarakan agar suhu dan pH air di akuarium buatan sama dengan suhu dan pH air kolam pada habitat asli, di sini digunakan sensor DS18B20 sebagai pendeteksi suhu dalam air dan pH probe sensor e-201-c sebagai pembaca nilai pH yang terukur. Untuk meminimalisir tingkat keasaman (pH), maka di sini digunakan pemberian bahan alami di dalam air berupa pelepah pisang untuk menaikkan tingkat keasaman dan batu karang untuk menurunkan tingkat keasaman secara otomatis dan dapat menyirkulasi air dengan otomatis. Ketika pH telah mencapai batas yang telah ditentukan, maka pemberian air berisi bahan alami secara otomatis akan berhenti.
Pada alat ini juga dipasang RTC untuk pemberian pakan ikan secara otomatis. RTC (Real time clock) adalah jam elektronik berupa chip yang dapat menghitung waktu (mulai detik hingga tahun) dengan akurat dan menjaga/menyimpan data waktu tersebut secara real time. Pengontrolan suhu, tingkat keasaman (pH) dan waktu pemberian pakan akan ditampilkan pada LCD yang nantinya akan dikontrol secara otomatis dengan mikrokontroller ATMega8535 yang dapat menghubungkan semua sensor pada akuarium agar dapat terhubung ke internet dan mudah diakses oleh pengguna.




Kata kunci : Ikan koi, Telecontrolling, Smart Aquarium, IOT, Mikrokontroller, Sensor suhu, Sensor pH, RTC


Riwayat judul : Rekomendasi judul dari Dosen Bu Lis Diana M, ST., MT

LAPORAN ABSTRAK TUGAS AKHIR TEKNIK TELEKOMUNIKASI


RINGKASAN
Sistem Antrean Terpadu pada Rumah Sakit
Rohman Muhamad Akbar / NIM : 1631130083 / rohmansondevil@gmail.com
 Zainul Arifin / NIM : 1631130036 / zainularifin.official@gmail.com 
Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang tujuan utamanya memberikan pelayanan jasa dalam bentuk pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis dan tindakan diagnostik lainnya yang dibutuhkan oleh setiap pasien dalam batas kemampuan teknologi dan sarana yang disediakan oleh rumah sakit. Agar pasien mendapatkan pelayan yang maksimal, rumah sakit harus memberikan pelayanan yang terbaik, salah satu pelayanan yang sedang disorot adalah proses antrean. Saat ini proses antrean pada rumah sakit memerlukan waktu tunggu atau antre lebih lama daripada waktu pelayanannya sendiri. Dalam antrean pada rumah sakit, proses administrasi seharusnya kurang dari 10 menit, tetapi pada kenyataannya melebihi waktu dari 10 menit. Begitu juga dengan antrean pada masing-masing poli yang memerlukan waktu kurang dari 15 menit.
Pada penelitian ini diusulkan sebuah sistem antrean terpadu pada rumah sakit yang berfungsi untuk mempercepat proses administrasi. Pada sistem antrean terpadu ini menyediakan suatu layanan yang efektif, guna mempermudah pasien dalam hal proses antrean di rumah sakit seperti, administrasi di poli, dan antrean penebusan obat. Pada sistem ini menggunakan server berbasis raspberry pi dimana proses antrean hanya dilakukan 1 kali pada saat proses administrasi saja, setelah itu proses antrean akan dilakukan by sistem secara otomatis, sehingga pasien tidak perlu mengantre kembali. Proses antrean ini, ketika pasien mengantre di administrasi maka sistem akan otomatis melempar proses antrean ke masing-masing poli atau bagian yang akan dituju oleh pasien.   
Diharapkan dengan diimplementasikan sistem antrean terpadu pada rumah sakit ini, dapat mempercepat proses administrasi, sehingga pasien tidak perlu menunggu waktu telalu lama untuk mengantre.

Kata Kunci : Rumah Sakit, Pasien, Antrean, Administrasi, raspberry pi.
Riwayat Judul : berasal dari roadmap dosen Bapak Ridho Hendra Yoga S.ST.,MT, Mochammad Taufik. ST.,MT, Ir.Hudiono, MT.

ABSTRAK RANCANG BANGUN ALAT PENGERING OTOMATIS BERDASARKAN SUHU DAN BERAT BERBASIS IoT.



RINGKASAN

Ayu Savira Maulidina dan Rosiana Oktavianti, 2018. Rancang Bangun Alat Pengering Otomatis Berdasarkan Suhu dan Berat Berbasis IoT. Laporan Akhir, Program Studi Teknik Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Malang.

Proses pengeringan merupakan salah satu proses p0roduksi yang sangat penting bagi industri emping jagung di daerah Malang. Metode pengeringan yang masih diandalkan oleh industri tersebut menggunakan sinar matahari, dimana metode ini sangat tergantung pada cuaca dan waktu. Perubahan cuaca yang ekstrim akan memperlambat waktu untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Tujuan tugas akhir ini adalah "merancang dan membuat sebuah alat pengering emping jagung otomatis berdasarkan suhu dan berat berbasis IoT" sebagai pengganti sinar matahari saat cuaca tidak mendukung. Waktu yang dibutuhkan hanya beberapa menit saja tergantung dari berat emping jagung yang diukur oleh sensor berat. Dengan bantuan heater sebagai elemen pemanas, maka emping jagung bisa kering dengan tingkat kelembapan sesuai yang diharapkan. Sensor suhu akan mengukur suhu dan kelembapan, yang kemudian akan dikirimkan datanya pada smartphone melalui jaringan internet. IoT berperan sebagai perantara komunikasi antar perangkat melalui sebuah jaringan seperti internet. Pengguna dapat mengontrol alat pengering tersebut melalui smartphone selagi terhubung dengan jaringan internet.
Dengan ini diharapkan masalah pengeringan di industri dapat teratasi dan lebih cepat memenuhi permintaan pelanggan dalam jangka waktu yang lebih efisien.

Kata kunci: Alat Pengering, IoT, Sensor Suhu, Sensor Berat.

Virus-free. www.avast.com

ABSTRAK_D3TT_2019


RINGKASAN

Rancang Bangun Sistem Absensi Menggunakan Fingerprint Berbasis Jaringan  GSM/GPRS (Studi Kasus di Veriety Departement Store)

Maria Ulfah / NIM. 1631130075 / mariaul806@gmail.com
Rieza Maulidya Sari / NIM. 1631130057 / rmaulidya0@gmail.com

Monitoring kehadiran (absen) karyawan di Veriety Departemen Store yang merupakan data awal sebagai proses selanjutnya untuk melihat kinerja, kompensasi, dan efektifitas karyawan terhadap departement. Veriety Departement Store tersebut masih menggunkan sistem manual berupa kertas yang dimasukkan ke dalam alat check lock, kemudian kertas keluar dan mencetak jam atau waktu saat melakukan proses check lock. Sehingga sekertaris sering mengalami kesulitan dalam merekap laporan kehadiran karyawan yang berjumlah banyak. Sistem absensi manual dianggap kurang efektif bagi Departement yang karyawannya berjumlah banyak. Permasalahannya adalah Departement akan kesulitan untuk merekap data kehadiran karyawan secara satu persatu dengan cara mencatat hasil dari check lock di buku kehadiran.
Untuk itu pembuatan tugas akhir ini bertujuan membuat sistem absensi yang bersifat web dan real time. Dengan sifat absensi yang web dan real time, maka sekertaris dapat mengontrol absesi karyawan yang meliputi jam kehadiran dan jam kepulangan serta dapat merekap secara otomatis melalui web berbasis jaringan GSM/GPRS. Sedangkan, sistem absensi karyawan menggunakan fingerprint yang dihubungkan ke data base. Untuk device yang digunakan fingerprint scanning adalah VF30 dengan fasilitas recording dan tracking absensi karyawan ini akan diwadahi dalam sebuah web based aplication. Dimana admin dari aplikasi ini adalah sekertaris Veriety Departement Store. Dengan adanya sistem absensi yang bersifat web dan real time Departement dapat mengontrol kapanpun. Pada perencanaan ini sistem akan bekerja jika VF30 fingerprint diaktifkan oleh guratan sidik jari user, yang kemudian dikirim ke server untuk proses authentication dan recording.
Dengan dibuatnya sistem absensi berbasis web diharapkan untuk memudahkan sekertaris dalam mengontrol dan memonitoring, supaya tidak terjadi kecurangan dan memudahkan sekertaris dalam merekapitulasi kehadiran karyawan di Departement Store tersebut. Dengan memanfaatkan era digital yang modern, cepat dan mudah di akses.

Kata kunci : Absensi, Fingerprint, GPRS, web